Senin, 31 Mei 2010

Perpanjangan SIM, … pergi ke mobil SIM keliling aza…!!!

Perpanjangan SIM, … pergi ke mobil SIM keliling aza…!!! Maret 23, 2008
Posted by triatmono in Otomotif.
trackback
1 Votes

Quantcast


Well.. mungkin info ini bisa bermanfaat… at least bagi yang pengen perpanjang SIM di Jakarta, bisa.. well prepared…!!! Kalau dulu… biasanya ngurus perpanjangan SIM di Samsat Daan Mogot, .. tapi sekarang sudah bisa mencari mobil SIM keliling yang terdekat…!!! Hal yang perlu dilakukan adalah… mencari tahu lokasi mobil SIM keliling…!!! Cara nya cukup mudah… dengan mengirimkan SMS ke no 1717…!!! Dan tanyakan misalnya ‘Selamat Pagi Pak, Mohon Info SIM keliling ada dimana ?’. Oh ya… berdasarkan pengalaman gue … mengirimkan SMS nya mendekati/setelah jam 8 pagi…!!! :D

Nggak berapa lama ada jawaban,… SIM/STNK TMP Kalibata jaksel, Mall Artha Gading Jakut, Gd. Arsip Nasional Gajah Mada Jakbar, PRJ Kemayoran JP, Masjid At-tin TMII JT. Jam 8.30 – 11.00′. Lokasi itu bisa saza berubah… so pastikan dulu lokasinya dimana…!!! Sekedar tips, jika menunggu di TMP kalibata dan mendapatkan informasi misalnya mobil SIM berhalangan… maka bisa meluncur ke tempat terdekat misalnya ke TMII…!!! Mobil STNK bentuknya seperti bis, sedangkan mobil SIM lebih kecilan mirip minibis…!!! Ini penting kalau ngeliat.. dan mau ngantri… yagh kalau SIM ke mobil SIM dan kalau mau perpanjang STNK yaagh ke mobil STNK…!!!

Kemudian apa yang kudu dibawa…??? Kalau mau perpanjang SIM maka kudu membawa 2 copy KTP. Kalau mau memperpanjang 2 SIM (misalnya SIM A dan C sekaligus), maka kudu membawa 3 copy KTP…!!! Saran gue… sebaiknya sudah siap… jangan berharap mau ngopy KTP dulu… kesuweeeen (kelamaan red.). Nah setelah itu.. yaagh ngantri.. untuk ngambil formulir…!!! Oh ya… sebaiknya mulai ngantri jam 8 sudah sampai nganti didepan mobil SIM…!!! Lebih bagus lagi datang lebih pagi..!!! Naah.. biasanya jam 8.30-an… karena udah pada banyak ngantri… itu formulir udah abizz… !!! So.. kalau dateng jam 9-an… mending pulang aza daaagh…!!!

Pada saat mengantri.. siapkan 2 copy KTP tadi (atau 3 copy KTP untuk perpanjang 2 SIM) disertai dengan SIM asli yang akan diperpanjang…!!! Setelah sampai di depan loket, maka berikan copy KTP tadi dan 1 SIM asli… dan petugas akan mensteples 1 copy KTP dan 1 SIM asli tadi pada lembar formulir…!!! Nagh setelah dapat formulir tersebut langsung diisi… !!! Oh ya… dari rumah kudu bawa ballpoint sendiri… biar ngisinya cepet…!!! Setelah selesai yaagh nunggu untuk dipanggil… masuk ke dalam mobil SIM…!!! Semakin cepet memberikan dan mengembalikan formulir ke petugas semakin cepet bakalan dipanggil…!!!

Setelah dipanggil … langsung masuk ke mobil…!!! Pertama-tama bakalan ditest ngeliat huruf .. (mirip test kaca mata…!!!), setelah oke… tunggu sejenak… dan akan dilakukan pemotoan…!!! Petugas akan meminta untuk menandatangan kertas yang telah ditentukan..!!! Petugas akan mengentry data-data yang ada pada formulir ke dalam komputer…!!! Setelah selesai mengentry, gantian men-scan ibu jari.. baik yang kiri maupun yang kanan….!!! Setelah itu melihat ke kamera untuk dilakukan pemotoan…!!! Selesai itu semua, maka dilakukan pembayaran…!!! Untuk SIM sebesar Rp. 85 rebu rupiah…!!!

Setelah selesai membayar, kita akan mendapatkan kartu asuransi dan kita keluar dan menunggu pemanggilan berikutnya untuk mengambil SIM. Setelah pemotoan, nggak berapa lama.. yaagh sekitar 5 menit.. nama kita dipanggil untuk mengambil SIM. Setelah menerima SIM… maka selesailah… proses perpanjangan SIM…!!! Dari proses tersebut, yang paling penting adalah ngantri ngambil formulir… dan sebaiknya datengnya pagi… jam 8 pagi sudah sampe di depan mobil SIM keliling…!!! Dan jangan lupa siapkan hal-hal yang diperlukan sebagaimana disebutkan diatas… !!! Well,… menurut gue terobosan SIM keliling ini termasuk jempolan… so.. ngurus perpanjangan SIM terbukti efektif dan efisien… !!! :D

Biaya Perpanjangan SIM lewat SIM Keliling
Dear All,

Cuma pengen tahu berapa biaya yang benar benar " resmi " utk perpanjangan SIM A dan C melaluli fasilitas SIM Keliling. Bini Ane baru perpanjang SIM A 120 Rb tapi disitu tidak ada daftar resmi yang ditempelkan pada mobil SIM keliling tsb.Krn menurut PP 31 Tahun 2004 ttg " TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA UMUM biaya resmi adalah sbb:
A. Pembuatan SIM Baru Rp 75000
B. Perpanjangan SIM Rp. 60000

Taruhlah ditambah Biaya Administrasi 10.000 + Biaya Asusransi Jiwa 15.000 maka total adalah 95000.Tapi kok jadi 120 rb ? udah gitu ngga pake kwitansi lagi.Kapan negara ini memberikan kepastian akan pelayanan ?Padahal kita sadar hukum dan membayar ke negara, tapi kok ngga jelas biaya resmi.Harusnya di tiap mobil sim keliling ditempelin biaya resmi beserta breakdownnya. gimana menurut rekan ?
(http://forum.detik.com/showthread.php?t=186419)

SIM Keliling Samsat Keliling

SIM Keliling Samsat Keliling

Apa rasanya seharian menatap-natap benda besar yang satu ini?

Ini semua saya sharing dengan sengaja, sebab memang sesuatu yang istimewa buat saya. Bukan pengalaman yang begitu sering kita temui, sebab hanya lima tahun sekali.

Hari ini saya memperpanjang SIM A dan C saya di unit mobil layanan SIM keliling, yang manteng di parkiran Kebun Binatang Ragunan.

Saya datang sekitar pukul setengah sembilan pagi, dan kemudian mendapat nomor antrian 116, dari total yang dilayani hari itu sebanyak 136. Jadi, saya jelas punya banyak waktu untuk terus dengan tekun menatap dan memantau benda besar berwarna putih, merah, dan biru itu.

Berikut ini adalah beberapa kesan yang bisa saya sharing.

Sebelum saya menyambangi unit SIM keliling ini, saya sempat bertanya kepada beberapa orang teman, "berapa lama sih mengurus perpanjangan SIM?"

Rata-rata mereka menjawab sekitar 10 sampai 15 menitan. Saya senang sekali, waktu saya tidak akan banyak terbuang hari ini untuk bisa melakukan berbagai hal yang lebih egois.

Ternyata, itu tidak sepenuhnya benar. Dalam kasus saya hari ini, memang 10-15 menit itu berlaku sejak kita memasuki pintu mobil dan berfoto ria. Tapi kenyataannya, untuk bisa masuk ke pintu itu, saya tetap harus mengantri hampir seharian. Jadi tentang lamanya waktu ini, bisa dibilang sebentar, bisa juga dibilang sehari. Untuk kasus saya yang dapat nomor urut 116, jelas lama.

Kepada beberapa orang yang sudah lebih dahulu datang, saya sempat bertanya jam berapakah mereka mulai menongkrongi mobil itu. Mereka menjawab, "abis subuh!". Wataaaaww....!!! Mereka sudah nangkring di situ sebelum si mobil itu sendiri nongol.

Saat saya menerima nomor urut, saya sempat bertanya kepada petugas, "kira-kira saya giliran jam berapa pak?" Dia menjawab, "oh kalo bapak mah pasti terakhir. Bapak boleh pergi dulu, nanti sore baru kembali lagi."

Saya mulai berpikir, harus ngapain saya ya? Sedikit banyak saya merasa beruntung memilih unit yang di Ragunan ini. Beberapa orang di sekitar saya mulai kasak-kusuk untuk melewatkan waktu dengan beranjangsana kepada beberapa ekor gorilla atau komodo dan saudara-saudaranya di dalam sana.

Saya sempat tertarik juga dengan ide itu. Tapi bujug buneng, di hari kerja dan memasuki tahun baru seperti ini, saya tak habis pikir mengapa kondisi kebun binatang ini kok masih seperti hari libur besar.

Seorang tukang gado-gado, yang membuatkan pesanan saya (saya nggak tau apakah dia sedang marah atau bad mood, atau hanya karena kebiasaan saja - gado-gadonya pedas sekali), mengatakan bahwa libur sekolah masih panjang, dan rata-rata pengunjung itu berasal dari luar Jakarta.

Dari dalam atau dari luar Jakarta, yang jelas saya nggak terlalu suka kondisi yang hiruk pikuknya lebay seperti ini. Saya sendiri kebetulan pernah tinggal di dekat Ragunan sini, di jalan Haji Niih tepatnya. Saya lebih senang berwisata di hari-hari sepi pengunjung.

Dari entah berapa kali kunjungan ke kebun binatang ini, ada satu fenomena yang sampai sekarang terus membuat saya penasaran.

Di dalam kebun binatang ini, ada sederet kios cendera mata khas KB Ragunan. Anehnya, seperti juga yang sudah saya amati beberapa tahun belakangan, di bagian luar dan di parkiran yang notabene nggak beda crowdednya dengan para penghuni kandang di dalam sana, malah tidak terlihat ada sesuatu pihak yang menawarkan cendera mata khas Ragunan.

Apa belum ada yang kepikiran? Misalnya membuat t-shirt khas KB Ragunan dengan foto-foto binatang? Atau malah lebih menarik dengan tulisan di dada atau di punggungnya:

"Saya monyet, kamu siapa?"
"Saya komodo, kandang saya di sebelah beruang madu."
"Sampai jumpa lagi di habitat asli."
"Welcome home!" - dengan sablonan gajah di dada...

Padahal, pengunjung KB ini terbilang beragam dengan variasi daya beli yang memungkinkan menjadi pasar bagus untuk produk cendera mata. Tapi sudahlah, biar yang mau garap saja yang mikirin.

Kita kembali ke soal SIM.

Setelah saya memutuskan untuk tetap memantau dan menatap benda besar itu, saya mulai memperhatikan sekitar.

Salah satu pertanyaan yang paling sering saya dengar di antara para pengantri adalah, "Bapak nomor berapa?"

Baru sejam saya di sini, HP saya tiba-tiba mati, memang sudah dari rumah low batt. Nggak bisa update status berarti. Notebook pun tidak saya bawa. Saya perlu sesuatu untuk mengisi waktu, kalo saya nggak mau jadi suntuk dan ngantuk.

Alhamdulillah, belajar ilmu komunikasi memang banyak gunanya. Dengan segera saya mendapatkan sahabat-sahabat baru yang menyenangkan.

Salah satunya adalah seorang supir truk. Saya bertanya padanya, "bapak nomor berapa?" Dia menjawab, "136". Saya terbahak, hua...ha...ha... sebab itu adalah nomor terakhir untuk hari ini.

Ada juga sahabat baru saya, seorang pekerja kontraktor, yang dengan cerianya menceritakan betapa baiknya sang bos, yang membolehkan biaya perpanjangan SIM-nya di reimburse ke kantor.

Ada lagi beberapa orang tua dan ibu-ibu serta remaja yang bergabung dalam kelompok kecil kami di bawah rindangnya pepohonan KB Ragunan.

Saya membuktikan hari ini, bahwa ilmu komunikasi memang luar biasa. Hanya dalam beberapa menit, saya memiliki sahabat yang seolah sudah bertahun-tahun saling mengenal. Kami tertawa bersama, bercanda, bertukar pikiran, dan bahkan saling curhat. Benar-benar luar biasa. Di antara kami, benar-benar tak ada pembatas. Saling goda, cekakak-cekikik seperti sesama saudara.

Alhamdulillah, setidaknya itu semua bisa menciptakan "time distortion" yang menyenangkan. Saya bisa membayangkan jika saya menyendiri di salah satu sudut. Bleeehhh.... bisa jutek saya.

Di sela-sela itu semua, suara petugas lewat speaker, juga menceriakan suasana.

Saya tidak tahu pasti, apakah sejak "disipilkan" aparat kepolisian memang sudah "menyipilkan" dirinya sehingga menjadi lebih dekat dengan warga, atau memang mereka telah belajar banyak untuk tidak menciptakan stressnya sendiri.

Tak ada bentakan, seperti yang sering saya alami bertahun-tahun lalu. Tak ada kata-kata keras yang memojokkan. Tak ada arogansi, yang membuat kita begitu gerah melihat seragam aparat.

Yang ada adalah suasana yang cukup santai dan rileks. Dan saya tahu pasti, itu semua tidak lepas dari upaya pihak aparat sendiri yang menciptakannya. Saya merasa bahwa aparat unit keliling ini, sepertinya sudah cukup menguasai ilmu komunikasi terkait dengan service excellence dan persuasi.

Beberapa di antaranya adalah yang berikut ini.

Petugas loket bertanya kepada seorang pengantri, "pak, bapak tau apa artinya P4?" Yang ditanya tidak bisa menjawab. Petugas itu kemudian meneruskan, "buat kami P4 itu adalah pantat panas pinggang pegal." Para pengantri tertawa riuh.

Petugas itu sebenarnya sedang mengatakan, "hargai kami, kami bekerja keras", dengan cara yang elegan.

Ada lagi. Suatu ketika, petugas itu bertanya lagi kepada pengantri lain di depan loket, "pak apa beda STNK dengan ibu-ibu?" Petugas itu kemudian melanjutkan, "Kalo STNK, sebelum empat puluh hari baru boleh diperpanjang. Kalo ibu-ibu..." dia tidak menyelesaikan kalimatnya. Para pengantri tertawa berderai lagi.

Petugas itu mengatakannya dalam rangka menolak perpanjangan STNK yang masih terlalu dini. Manis banget caranya. He...he...he...

Kepada seorang pengantri pria, petugas bertanya, "yang namanya Rika siapa?" Dijawab oleh si pengantri, "kakak saya." Kemudian petugas itu bertanya lagi, "nama rika siapa?" Yang ditanya bengong. Petugas mengulangi pertanyaannya lagi, "nama rika siapa?" Kemudian, petugas itu berkata, "Kalo di Purwokerto pak, rika itu artinya kamu".

Kali ini, petugas itu sedang melakukan "rapport - localization".

Demikian cairnya suasana formal ini. Menurut saya luar biasa. Sepertinya reformasi di negeri ini mulai membuahkan hasil. Paling tidak dari segi penurunan arogansi dan keangkeran aparat yang di zaman dulu benar-benar menakutkan.

Sampai-sampai, para pengantri mulai tak ragu lagi untuk bertanya.

Salah seorang pengantri bertanya kepada petugas, "pak, kalo SIM boleh nggak diwakilkan?" Petugas itu menjawab, "boleh pak. Tapi fotonya yang di kandang sana." Kerumunan pengantri riuh rendah lagi.

Rapport building lagi.

Semua bentuk kecairan hubungan yang begitu santai dan ceria itu, terjadi bersamaan dengan berlangsungnya berbagai proses formal dan administratif. Segala bentuk proses kerja tetap berlangsung dengan lancar dan tepat waktu. Luar biasa ini.

Ini yang terakhir.

Saya tidak tahu apakah memang aparat kita di unit keliling ini sudah begitu berubah, menjadi lebih menyenangkan karena sudah belajar banyak, atau hanya karena diminta oleh atasan. Apa yang pasti, mereka sudah semakin sakti dalam berkomunikasi.

Kalimat seorang petugas berikut ini, adalah sebentuk persuasi berskill tinggi. Sebuah teknik persuasi yang memang terasa sekali di dunia nyata, di mana berbagai hubungan harus ditengahi oleh keterbatasan keadaan, yaitu membludaknya antrian dan cuaca panas.

Petugas itu berkata, "bapak dan ibu sekalian, terimakasih untuk kesabarannya SATU HARI INI. Kesabaran bapak dan ibu, akan membuat bapak dan ibu lebih tenteram selama LIMA TAHUN KE DEPAN."

Luar biasa! Dahsyat!

Kalimat itu adalah sebuah implementasi teknik persuasi tingkat advance, sebagaimana yang sering disitir oleh Robert Cialdini, Kevin Hogan, Kurt Mortensen, dan Dave Lakhani! Teknik ini disebut dengan "the power of contrast".

Di situasi yang demikian panas hari ini, dengan antrian yang membludak, dan bercampur baur dengan keriuhan pengunjung kebun binatang, kalimat yang mengkontraskan dua hal di atas jelas-jelas mampu mendinginkan hati dan kepala para pengantri. Luar biasa.

Saya berharap, semoga bukan hanya hari ini, dan bukan hanya di unit ini. Saya berharap fenomena service excellence dan positive persuasion seperti ini merata di berbagai tempat dan instansi.

Bravo untuk aparat!

Satu lagi, di salah satu sisi bus keliling ini, tercantum tulisan,

"Kami memang belum sempurna. Tapi kami selalu berusaha."

Wow. Hidup Indonesia!

Ikhwan Sopa.
Master Trainer E.D.A.N.
http://www.motivasi-komunikasi-leadership.co.cc
http://www.facebook.com/pages/Motivasi-Komunikasi-Leadership/196571006305
http://www.twitter.com/ikhwansopa

Sabtu, 29 Mei 2010

RAHASIA SEDEKAH

RAHASIA SEDEKAH

Rahasia sedekah sudah dijelaskan oleh nabi Muhammad saw, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam al-Quran, jauh sebelum literatur-literatur lainnya memberikan keterangan mengenai rahasia yang terkandung di balik praktik sedekah.

Adalah ustadz Yusuf Mansyur yang memopulerkan bahasan mengenai rahasia sedekah ini dalam ceramah-ceramah yang diberikannya kepada masyarakat, bahkan buku mengenai rahasia sedekah sudah bisa kita temukan di toko buku.

Lantas, apa saja rahasia yang terkandung di balik sedekah ini? Beberapa di antaranya adalah:


A. Rahasia sedekah: Kematian

Rasulullah saw bersabda:

“Sedekah dapat menolak kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 2)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

Pada suatu hari orang yahudi lewat dekat Rasulullah saw, lalu ia mengucapkan: Assam ‘alayka (kematian atasmu). Rasulullah saw menjawab: ‘Alayka (atasmu). Lalu para sahabatnya berkata: Ia mengucapkan salam atasmu dengan ucapan kematian, ia berkata: kematian atasmu. Nabi saw bersabda: “Demikian juga jawabanku.” Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang yahudi ini tengkuknya akan digigit oleh binatang yang hitam (ular dan kalajengking) dan mematikannya. Kemudian orang yahudi itu pergi mencari kayu bakar lalu ia membawa kayu bakar yang banyak. Rasulullah saw belum meninggalkan tempat itu yahudi tersebut lewat lagi (belum mati). Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Letakkan kayu bakarmu.” Ternyata di dalam kayu bakar itu ada binatang hitam seperti yang dinyatakan oleh beliau. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Wahai yahudi, amal apa yang kamu lakukan? Ia menjawab: Aku tidak punya kerjaan kecuali mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini, dan aku membawa dua potong roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong yang lain aku sedekahkan pada orang miskin. Maka Rasulullah saw bersabda: “Dengan sedekah itu Allah menyelamatkan dia.” Selanjutnya beliau bersabda: “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)


B. Rahasia sedekah: Bertambahnya rezeki

Rasulullah saw bersabda:

“Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)


C. Rahasia sedekah: Bahaya

Rasulullah saw bersabda:

“Mulai pagi harimu dengan sedekah, barangsiapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah ia tidak akan terkena sasaran bala.” (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 15)


D. Rahasia sedekah: Keimanan

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba sehingga ia melakukan empat hal: Berakhlak baik, bersikap dermawan, menahan karunia dari ucapan, dan mengeluarkan karunia dari hartanya.” (Al-Wasail 6: 259, hadis ke 21)


E. Rahasia sedekah: Perang Uhud

Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata bahwa Allah Swt berfirman:

“Segala sesuatu Aku wakilkan pada orang selain-Ku untuk menggenggamnya kecuali sedekah, Aku sendiri dengan tangan-Ku yang mengambilnya, sekalipun seseorang bersedekah dengan satu biji korma atau sebelah biji korma. Kemudian Aku menambahkan baginya sebagaimana ia menambahkan sebelum meninggalkan. Kemudian saat ia datang pada hari kiamat ia mendapat pahala seperti pahala perang Uhud bahkan lebih besar dari pahala perang Uhud.” (Al-Wasail 6: 265, hadis ke 7)


F. Rahasia sedekah: Penjagaan Allah Sepanjang Hari

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Awali pagi harimu dengan sedekah, gemarlah bersedekah. Tidak ada seorang mukmin pun yang bersedekah karena mengharapkan apa yang ada di sisi Allah untuk menolak keburukan yang akan turun dari langi ke bumi pada hari itu, kecuali Allah menjaganya dari keburukan apa yang akan turun dari langit ke bumi pada hari itu.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 3)


G. Rahasia sedekah: Merubah Takdir

Rasulullah saw berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib (sa):

“Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturahim dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada sedekah ketika keluarga dekatnya membutuhkan. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah).” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)


H. Rahasia sedekah: Penolak Hari Nahas

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Antara aku dan seseorang punya perhitungan tentang bumi. Orang itu ahli nujum, ia sengaja keluar rumah untuk suatu urusan pada saat “Al-Su’ud” (bulan berada di manazil Al-Su’ud), dan aku juga keluar rumah pada hari nahas. Lalu kami menghitungnya, lalu keluarlah untukku dua perhitungan yang baik. Kemudian orang itu memukulkan tangan kanannya pada tangan kirinya, kemudian berkata: Aku belum pernah sama sekali melihat hari seperti hari ini. Aku berkata: Celaka hari yang lain dan hari apa itu? Ia berkata: Aku ahli nujum, aku datang padamu pada hari nahas, aku keluar rumah pada saat Al-Su’ud, kemudian kami menghitung, lalu keluarlah untuk Anda dua perhitungan yang baik. Ketika itulah aku berkata kepadanya: “Tidakkah aku pernah menyampaikan suatu hadis yang disampaikan padaku oleh ayahku? Yaitu Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari hari nahas, maka hendak mengawali harinya dengan sedekah, niscaya Allah menyelamatkannya dari hari nahas itu. Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari malam nahas, maka hendaknya mengawali malamnya dengan sedekah niscaya ia diselamatkan dari malam nahas itu. Kemudian aku berkata: “Sesungguhnya aku mengawali keluar rumah dengan sedekah; ini lebih baik bagimu daripada ilmu nujum.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 1)


I. Rahasia sedakah: Sedekah di Malam hari dan Siang hari

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Sesungguhnya sedekah di malam hari dapat memadamkan murka Allah, menghapus dosa besar dan mempermudah perhitungan amal; sedekah di siang hari dapat menumbuhkan harta dan menambah umur.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 2)


J. Rahasia sedekah: Ali bin Abi Thalib

Imam Ali bin Abi Thalib (sa):

“Sesungguhnya tawassul yang paling utama adalah bertawasul dengan keimanan kepada Allah …, dengan silaturrahim karena hal ini dapat menumbuhkan harta dan menambah umur; dengan sedekah yang tersembunyi karena hal ini dapat menghapuskan kesalahan dan memadamkan murkan Allah Azza wa Jalla; dengan amal-amal yang ma’ruf (kebajikan) karena hal ini dapat menolak kematian yang buruk dan menjaga dari pertarungan kehinaan…” (Al-Wasail 6: 275, hadis ke 4)


K. Sedekah itu mensucikan jiwa

Allah Ta`ala berfirman:

”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka , dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka , dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu ( menjadi ) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui.“ (QS At-Taubah: 103)


Matematika Dasar Sedekah

Menurut Yusuf Mansyur, seorang ustadz yang memopulerkan bahasan rahasia sedekah, sedekah mempunyai perhitungan matematisnya sendiri, seperti yang diuraikan sebagai berikut:

Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?

10 – 1 = 19

Ya, di sana kita akan melihat keganjilan hitungan matematis. Sebuah pengurangan yang justru menghasilkan penambahan. Kenapa begitu? Kenapa bukan 10-1 = 9? Inilah matematika sedekah, kita memberi dari apa yang kita punya, dan Allah akan mengembalikan lebih banyak lagi. Matematika sedekah di atas, diambil dari Quran Surat Al-An`am ayat 160, Allah menjanjikan balasan 10X lipat bagi mereka yang mau berbuat baik (sedekah), bahkan dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah menjanjikan hingga 700X lipat.

Sebelumnya, kita sudah mengetahui, bahwa:

10 - 1 = 19

Maka, ketemulah ilustrasi matematika ini:

10 - 2= 28
10 - 3= 37
10 - 4= 46
10 - 5= 55
10 - 6= 64
10 - 7= 73
10 - 8= 82
10 - 9= 91
10 - 10= 100

Sedekah 2.5 % Tidaklah Cukup

Dengan infak 2,5% yang biasa kita berikan, jika kita telaah lebih jauh ternyata tidak mempunyai pengaruh yang signifikan.

Misalnya, seorang karyawan yang mempunya gaji 1 juta. Dia punya pengeluaran rutin 2 juta, kemudian dia bersedekah 2,5% dari penghasilan yang 1 juta itu. Maka perhitungannya adalah: 2,5% dari 1.000.000 = 25.000. Maka yang tercatat: 1.000.000 – 25.000 = 975.000.

Angka 975.000 bukan hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dikeluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau sebesar 250.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 975.000 + 250.000 = 1.225.000.

Jadi, “hasil akhir” dari perhitungan sedekah 2,5% dari 1 juta, hanya Rp. 1.225.000,-. Angka ini masih jauh dari pengeluaran dia yang sebesar 2 juta. Jadi, jika dia sedekahnya 2,5%, dia harus mencari sisa Rp. 775.000 untuk menutupi kebutuhannya.

Maka sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Hasilnya akan lebih besar bila sedekah 10%.
perhitungannya adalah: 10% dari 1.000.000 = 100.000. Maka yang tercatat : 1.000.000 – 100.000 = 900.000.

Ingatlah, angka 900.000 itu bukanlah hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau dikembalikan sebesar 1.000.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 900.000 + 1.000.000 = 1.900.000.

Dengan perhitungan ini, dia berhasil mengubah penghasilannya mendekati angka pengeluaran yang 2 juta. Dia hanya butuh 100 ribu tambahan lagi, yang barangkali Allah yang akan menggenapkannya.

Katakanlah kepada hamba-hambaku yang telah beriman: Hendaklah mereka mendirikan Shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-teranganan sebelum datang hari ( kiamat ) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan. (QS Ibrahim: 31)

SHALAT WITIR

SHALAT WITIR

Shalat Witir adalah shalat sunnat dengan rakaat ganjil yang dilakukan setelah melakukan shalat lainnya di waktu malam. Hal ini didasarkan pada hadits Nabi Muhammad saw:

"Sesungguhnya Allah adalah witir (ganjil) dan mencintai witir.” (HR Abu Daud)

"Jadikanlah witir akhir shalat kalian di waktu malam." (HR Bukhari)

"Barang siapa takut tidak bangun di akhir malam, maka witirlah pada awal malam, dan barang siapa berkeinginan untuk bangun di akhir malam, maka witirlah di akhir malam, karena sesungguhnya shalat pada akhir malam masyhudah (disaksikan.)" (HR Muslim)

Waktu shalat witir adalah setelah shalat isya sampai terbit fajar, dan biasanya shalat witir itu dirangkaikan dengan shalat tarawih. Bilangan rakaatnya adalah 1 rakaat, atau 3, 5, 7, 9, dan 11. Kalau melaksanakan shalat witirnya banyak, boleh dikerjakan dua rakaat satu salam, kemudian yang terakhir satu rakaat dengan satu salam. Jumlah sebelas rakaat sudah cukup, dan inilah yang dukerjakan oleh Rasulullah saw, sebagaimana dinyatakan oleh Aisyah ra, yang artinya:

“Tidaklah Rasulullah saw melebihi shalat malam (witir) melebihi dari sebelas rakaat.”

Pada bulan Ramadhan setelah 15 Ramadhan, disunahkan pada rakaat yang terakhir witir, yakni sesudah I’tidal pada rakaa terakhir, disunahkan membaca qunut, dan sesudahnya lalu selesaikanlah sampai salam.

Niat shalat witir 1 rakaat:

Ushallii sunnatal-witri rak’atan lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat shalat sunah witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”

Doa sesudah shalat witir

Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daa’iman. Wa nas’aluka qalban khaasyi’an wa nas’aluka ‘ilman naafi’an. Wa nas’aluka yaqiinan shaadiqan. Wa nas’aluka ‘amalan shaalihan. Wa nas’aluka dinan qayyiman. Wa nas’aluka khairan katsiiran. Wa nas’alukal-‘afwa wal-‘aafiyah. Wa nas’aluka tamaamal-‘aafiyah. Wa nas’alukasy-syukra ‘alal-‘aafiyati wa nas’alukal-ghinaa’a ‘anin-naas. Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu’anaa wa tadharru’anaa wa ta’abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa Allaah ya Allaah ya Allaah ya arhamar-raahimiin. Wa shallallahu ‘alaa khairi khalqihi Muhammadin wa a’alaa aalihi wa shahbihii ajma’iina walhamdulillahi rabbil-‘aalamiin.

Artinya: “Ya Allah ya Tuhan kami, kami memohon kepada-Mu (mohon diberi) iman yang langgeng, dan kami mohon kepada-Mu hati kami yang khusyuk, dan kami mohon kepada-Mu diberi-Nya ilmu yang bermanfaat, dan kami mohon ditetapkannya keyakinan yang benar, dan kami mohon (dapat melaksanakan) amal yang shaleh, dan kami mohon tetap dalam dalam agama Islam, dan kami mohon diberinya kebaikan yang melimpah-limpah, dan kami mohon memperoleh ampunan dan kesehatan, dan kami mohon kesehatan yang sempurna, dan kami mohon mensyukuri atas kesehatan kami, dan kami mohon kecukupan. Ya Allah, Ya Tuhan kami, terimalah shalat kami, puasa kami, rukuk kami, dan khusyuk kami dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama shalat ya Allah, ya Allah, ya Allah Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

SHALAT DHUHA

SHALAT DHUHA


Shalat Dhuha adalah shalat sunnat yang dilakukan seorang muslim ketika matahari sedang naik.

Kira-kira, ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu dzuhur.

Jumlah raka'at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka'at. Dan dilakukan dalam satuan 2 raka'at sekali salam.


A. Tata Cara Shalat Dhuha

1. Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca surat Asy-Syams
2. Pada rakaat kedua membaca surat Adh-Dhuha


Niat shalat dhuha adalah:

Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: " Aku niat shalat sunat dhuha dua rakaat, karena Allah."


Doa yang dibaca setelah shalat dhuha:

Doa sesudah sholat dhuha

ALLAHUMMA INNADH DHUHA-A DHUHA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL ISHMATA ISHMATUKA. ALLAHUMA INKAANA RIZQI FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IDAN FA QARIBHU, BIHAQQIDUHAA-IKA WA BAHAAIKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINI MAA ATAITA ‘IBADIKASH SHALIHIN.


"Ya Allah, bahwasanya waktu Dhuha itu adalah waktu Dhuha-Mu, kecantikan ialah kecantikan-Mu, keindahan itu keindahan-Mu, dan perlindungan itu, perlindungan-Mu". "Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi , keluarkanlah, jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh".


B. Rahasia dan Keutamaan shalat Dhuha

Hadits Rasulullah saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:

1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia

Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda:

"Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala" (HR Muslim).

2. Ghanimah (keuntungan) yang besar

Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:
"Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang. Nabi saw berkata: "Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!. Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya). Lalu Rasulullah saw berkata; "Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya? Mereka menjawab; "Ya! Rasul berkata lagi: "Barangsiapa yang berwudhu', kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya." (Shahih al-Targhib: 666)

3. Sebuah rumah di surga

Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:

"Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surge." (Shahih al-Jami`: 634)

4. Memeroleh ganjaran di sore hari

Dari Abu Darda' ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:

"Allah ta`ala berkata: "Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya" (Shahih al-Jami: 4339).

Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: "Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi'arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika" ("Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: "Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu").

Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:

"Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah....(Shahih al-Targhib: 673). Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi saw bersabda: "Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna" (Shahih al-Jami`: 6346).

5. Ampunan Dosa

"Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan." (HR Tirmidzi)

SHALAT TAHAJUD

SHALAT TAHAJUD


Shalat Tahajud adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai menjelang subuh.

Jumlah rakaat pada shalat ini tidak terbatas, mulai dari 2 rakaat, 4, dan seterusnya.

A. Pembagian Keutamaan Waktu Shalat Tahajud

1. Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 samapai jam 22.00
2. Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00
3. Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.


B. Niat shalat tahajud:

Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”


C. Doa yang dibaca setelah shalat tahajud:

Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.

Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”

Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:

Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa’dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, waass’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu’akhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah.

Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahay langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan janji-Mu adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan nabi-nabi itu adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan ynag terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin. Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah.”


D. Setelah itu, perbanyaklah membaca istigfar sebagai berikut:

Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih

Artinya: “Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”


E. Keutamaan Shalat Tahajud

Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)

Bersabda Nabi Muhammad saw:

“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.” (HR Muslim)

Selain itu, Allah sendiri juga berfirman:

Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS Al-Isra’: 79)


Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad)

“Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)


F. Kiat Mudah Shalat Malam/Qiyamullail

Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini:

1. Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.
2. Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.
3. Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”
4. Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya.
5. Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
6. Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone.
7. Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan.
8. Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.

Kiat Sukses Memasarkan Toko Buah

Kiat Sukses Memasarkan Toko Buah

Ditulis oleh Iwan Darmawansyah di/pada Juni 13, 2007

Sdr. Dwi Nugraha, terimakasih atas komentarnya. Salut kepada sdr. penjual buah di pinggir jalan tetapi melek TI dan mau belajar. Karena di era informasi ini siapapun yang ingin mampu bersaing harus gemar belajar.

Sehubungan permintaan sdr tentang kiat sukses berdagang buah, bersama ini saya sampaikan beberapa hal :



PRINSIP

1.

Tanamkan sikap optimis, berfikir positif, pantang menyerah, & segera memulai.
2.

Berdagang buah perlu perputaran penjualan yang tinggi. Buah memilik sifat yang mudah berubah, seperti rasa, warna, bau, kekenyalannya dan sebagainya. Intinya buah mudah busuk. Oleh karenanya jangan pernah menjual buah yang busuk. Pelanggan kecewa dan memilih toko lain.



TEKNIS

1.

Memilih segmen pasar sebagai pasar sasaran (pembeli potensial),
2.

Memilih lokasi toko buah
3.

Menyusun daftar pembeli potensial
4.

Menyusun daftar pemasok buah
5.

Menata toko buah secara apik, indah, dan efisien ruang
6.

Merekruit dan melatih pelayan toko
7.

Menyusun daftar dan kelas kualitas barang dagang
8.

Menyusun daftar harga jual berdasarkan kualitas
9.

Menyusun program promosi (selebaran, merek toko, voucher diskon, dsb)
10.

Membangun jaringan dengan pedagang terkait, seperti : Jus buah



STRATEGI (pilih salah satu)

1.

Strategi Paling Beda. Dengan selalu tampil beda, perlahan tapi pasti penjual mampu mencuri perhatian dan “dompet” pembeli. Syarat Berhasil: Harus selalu kreatif dan inovatif serta daya juang yang tinggi/tangguh/ulet.
2.

Strategi Paling Murah. Dengan selalu menjual buah paling murah (harga grosir!), pembeli akan berbondong-bondong datang dan siap menjadi pembeli. Syarat berhasil: Harus selalu mampu menekan biaya operasional serendah mungkit, artinya Pebisnis harus mampu memaksimalkan penggunaan sumberdaya yang ada atau toko buah berjalan pada skala ekonomis (Eksploitasi sumberdaya secara optimal)

Mudah-mudahan bermanfaat.

Makna Sebuah Titipan

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa :

sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Allah
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,

tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?

Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu
diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan
bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua “derita” adalah hukuman bagiku.

Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti
matematika:
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…

“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”

~ WS Rendra