Jumat, 27 April 2012

Mengunjungi Petani Gaza di Zona Ungu



Jumat, 20 April 2012

KASIHILAH DIRI KITA (Ryi Lima Belas)

 
  • “ DAN BARANG SIAPA YANG BERSYUKUR MAKA SESUNGGUHNYA DIA BERSYUKUR UNTUK (KEBAIKAN) DIRINYA SENDIRI dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia". ( An-Naml : 40 )

    ” DAN BARANG SIAPA YANG MENYUCIKAN DIRINYA, SESUNGGUHNYA IA MENYUCIKAN DIRI UNTUK KEBAIKAN DIRINYA SENDIRI. Dan kepada Allah-lah kembali (mu) “ (Al-Faathir :18 ).

    Dari tadi pagi hujan mengguyur kota tanpa henti, udara yang biasanya sangat panas, hari ini terasa sangat dingin. Di jalanan hanya sesekali mobil yang lewat, hari ini hari libur membuat orang kota malas untuk keluar rumah.

    Di perempatan jalan, Umar,seorang anak kecil berlari-lari menghampiri mobil yang berhenti di lampu merah, dia membiarkan tubuhnya terguyur air hujan, hanya saja dia begitu erat melindungi koran dagangannya dengan lembaran plastik.

    "Korannya bu ?" tawar Umar berusaha mengalahkan suara air hujan.

    Dari balik kaca mobil si ibu menatap dengan kasihan, dalam hatinya dia merenung anak sekecil ini harus berhujan-hujan untuk menjual koran.Dikeluarkannya satu lembar dua puluh ribuan dari lipatan dompet dan membuka sedikit kaca mobil untuk mengulurkan lembaran uang.

    "Mau koran yang mana bu?" tanya Umar dengan riang.

    "Nggak usah, ini buat kamu makan, kalau koran tadi pagi aku juga sudah baca," jawab si ibu.

    Si Umar kecil itu tampak terpaku, lalu diulurkan kembali uang dua puluh ribu yang dia terima.

    "Terima kasih bu, saya menjual koran, kalau ibu mau beli koran silakan, tetapi kalau ibu memberikan secara cuma-cuma, mohon maaf saya tidak bisa menerimanya?, Umar berkata dengan muka penuh ketulusan.

    Dengan geram si ibu menerima kembali pemberiannya, raut mukanya tampak kesal, dengan cepat dinaikkannya kaca mobil. Dari dalam mobil dia menggerutu "Udah miskin sombong!".

    Kakinya menginjak pedal gas karena lampu menunjukkan warna hijau, meninggalkan Umar yang termenung penuh tanda tanya.

    Umar berlari lagi ketepi, dia mencoba merapatkan tubuhnya dengan dinding ruko tempatnya berteduh.Tangan kecilnya sesekali mengusap muka untuk menghilangkan butir - butir air yang masih menempel.Sambil termenung dia menatap nanar rintik - rintik hujan didepannya,

    "Ya Tuhan, hari ini belum satupun koranku yang laku," gumamnya lemah.

    Hari beranjak sore namun hujan belum juga reda, Umar masih saja duduk berteduh di emperan ruko, sesekali tampak tangannya memegangi perut yang sudah mulai lapar. Tiba - tiba didepannya sebuah mobil berhenti, seorang bapak dengan bersungut - sungut turun dari mobil menuju tempat sampah,

    "Tukang gorengan sialan, minyak kaya gini bisa bikin batuk," Dengan penuh kebencian dicampakkannya satu plastik gorengan ke dalam tong sampah, dan beranjak kembali masuk ke mobil.

    Umar dengan langkah cepat menghampiri laki - laki yang ada di mobil.

    "Mohon maaf pak, bolehkah saya mengambil makanan yang baru saja bapak buang untuk saya makan," pinta Umar dengan penuh harap.

    Pria itu tertegun, luar biasa anak kecil didepannya. Harusnya dia bisa saja mengambilnya dari tong sampah tanpa harus meminta ijin. Muncul perasaan belas kasihan dari dalam hatinya.

    "Nak, bapak bisa membelikan kamu makanan yang baru, kalau kamu mau."

    "Terima kasih pak, satu kantong gorengan itu rasanya sudah cukup bagi saya, boleh khan pak?" tanya Umar sekali lagi.

    "Bbbbbooolehh?" jawab pria tersebut dengan tertegun.

    Umar berlari riang menuju tong sampah, dengan wajah sangat bahagia dia mulai makan gorengan, sesekali dia tersenyum melihat laki-laki yang dari tadi masih memandanginya.

    Dari dalam mobil sang bapak memandangi terus Umar yang sedang makan. Dengan perasaan berkecamuk didekatinya Umar.

    "Nak, bolehkah bapak bertanya, kenapa kamu harus meminta ijinku untuk mengambil makanan yang sudah aku buang," Dengan lembut pria itu bertanya dan menatap wajah anak kecil didepannya dengan penuh perasaan kasihan.

    "Karena saya melihat bapak yang membuangnya, saya akan merasakan enaknya makanan halal ini kalau saya bisa meminta ijin kepada pemiliknya, meskipun buat bapak mungkin sudah tidak berharga, tapi bagi saya makanan ini sangat berharga, dan saya pantas untuk meminta ijin memakannya," jawab si anak sambil membersihkan bibirnya dari sisa minyak goreng.

    Pria itu sejenak terdiam, dalam batinnya berkata, anak ini sangat luar biasa.

    "Satu lagi nak, aku kasihan melihatmu, aku lihat kamu basah dan kedinginan, aku ingin membelikanmu makanan lain yang lebih layak, tetapi mengapa kamu menolaknya?"

    Si anak kecil tersenyum dengan manis, "Maaf pak, bukan maksud saya menolak rejeki dari Bapak. Buat saya makan sekantong gorengan hari ini sudah lebih dari cukup. Kalau saya mencampakkan gorengan ini dan menerima tawaran makanan yang lain yang menurut Bapak lebih layak, maka sekantong gorengan itu menjadi mubazir, basah oleh air hujan dan hanya akan jadi makanan tikus."

    "Tapi bukankah kamu mensia-siakan peluang untuk mendapatkan yang lebih baik dan lebih nikmat dengan makan di restoran dimana aku yang akan mentraktir," ujar sang bapak dengan nada agak tinggi karena merasa anak didepannya berfikir keliru. Umar menatap wajah laki-laki didepannya dengan tatapan yang sangat teduh,

    "Pak !, saya sudah sangat bersyukur atas berkah sekantong gorengan hari ini. Saya lapar dan bapak mengijinkan saya memakannya dan saya merasa berbahagia, bukankah bahagia adalah bersyukur dan merasa cukup atas anugerah hari ini, bukan menikmati sesuatu yang nikmat dan hebat hari ini tetapi menimbulkan keinginan dan kedahagaan untuk mendapatkannya kembali dikemudian hari."

    Umar berhenti berbicara sebentar, lalu diciumnya tangan laki-laki didepannya untuk berpamitan. Dengan suara lirih dan tulus Umar melanjutkan kembali,"Kalau hari ini saya makan di restoran dan menikmati kelezatannya dan keesokan harinya saya menginginkannya kembali sementara bapak tidak lagi mentraktir saya, maka saya sangat khawatir apakah saya masih bisa merasakan kebahagiaannya."

    Pria tersebut masih saja terpana, dia mengamati anak kecil didepannya yang sedang sibuk merapikan koran dan kemudian berpamitan pergi.

    "TERNYATA BUKAN DIA YANG HARUS DIKASIHANI, HARUSNYA AKU YANG LAYAK DIKASIHANI, KARENA AKU JARANG BISA BERDAMAI DENGAN HARI INI."

    Jika kita meletakkan kebahagiaan di luar diri kita maka kita tidak akan pernah merasa bahagia.

    KITA TAK MEMERLUKAN APA-APA UNTUK BAHAGIA. KEBAHAGIAAN ADA DALAM DIRI KITA SENDIRI, PERMASALAHANNYA ADALAH KITA SERING KALI MENCARI KELUAR DARI DIRI KITA UNTUK MENEMUKANNYA.

    ” Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah (atom), dan jika ada kebaikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar ”.( An-Nisaa’ :40 )

    ” Sesungguhnya Allah tidak berbuat aniaya kepada manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat aniaya kepada diri mereka sendiri.” (Yunus : 44 )

    ” Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang ” (An-Nisaa’ 110 )

    PUNYA SEDIKIT KELEBIHAN ? Jangan BUANG semuanya, SISAKAN dan ABADIKAN dengan SEDEKAH........http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

    Rekening Rumah Yatim Indonesia

    Bank BCA :
    230.38888 96 atas nama Yayasan BANTU (Recomended)
    230.0300 807 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

    Bank MANDIRI : 156.0003296409 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

    Bank MUAMALAT : 305.00116.15 atas nama Yayasan Husnul Khotimah


    Bank SYARIAH MANDIRI : 7032361948 atau 0520344441 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

    Bank BNI : 0244928496 atas nama Rumah Yatim Indonesia


    Bank BRI : 010001055225502 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia


    Bank bjb 0017778552100 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

    Bagi Anda YANG INGIN konfirmasi silahkan SMS atau Hubungi ke 081313999801 atau 087885554556 (Ust. Aly)

Kamis, 19 April 2012

Today's quote

Banyak yg tergopoh gopoh mengejar dunia, saat fajar menyingsing. Padahal ia tahu bahwa dunia yang dikejarnya belum tentu berpihak padanya. Orang spektakuler, tergopoh gopoh datang ke Masjid diwaktu fajar. Karena ia tahu, pahala shalat subuh berjama'ah itu pasti, (akhirat/surga itu pasti), keberpihakan Allah juga pasti diberikan kepadanya. Dengan bekal inilah maka dunia bersimpuh dalam genggaman. (Ustadz Sukeri Abdillah)

Rabu, 11 April 2012

DIATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT ( Kajian Kisah & Pencerahan Spiritual II/RYI )

Di suatu perkampungan tinggal seorang yang sangat kaya dan orang itu juga terkenal dengan sangat dermawan. Dirinya tidak pernah segan-segan menolong siapa saja yang membutuhkan, ia tidak pandang bulu. Namun dibalik kekayaan yang ia miliki, dirinya tidak memamerkan harta yang dia punya dan dia pun selalu berpenampilan sangat bersahaja.

Pada suatu hari dia didatangi oleh salah seorang penduduk sekampung dan dia pun menyambutnya dengan sangat ramah, padahal penduduk itu sangat miskin.
Penduduk miskin tersebut terkesan buru-buru dan membuat si dermawan itu sedikit
bingung.

”Tuan apa yang bisa aku bantu?” Sapa si pemilik rumah dengan santun.
”Kali ini aku datang tidak meminta batuan apa pun, aku hanya ingin menanyakan sesuatu kepada tuan” Jawab si tamu dengan suara yang tenang sembari menatap tajam
kepada orang yang ada dihadapannya, mendapatkan dirinya ditatap seperti itu, dirinya tetap tenang dan tersenyum, karena memang iniah pembawanya sehari-hari.

”Kalau begitu silahkan Tuan bertanya”
”Tuan begitu kaya raya, kenapa Tuan tidak pernah menceritakan kekayaan Tuan kepada
Penduduk disini?”
”Ha... Ha...Ha... ” Sang dermawan hanya tertawa keras.
”Mengapa Tuan Tertawa” Tanya penduduk miskin yang sudah mulai renta itu dengan
Raut yang tidak senang.
”Aku tertawa, karena tidak paham maksud pertanyaan tuan
”Dikampung ini orang kaya bukan hanya Tuan saja, dan semua orang kaya di sini selalu
membanggakan kekayaannya sehingga kami menjadi tahu seberapa kaya mereka,sedangkan Tuan, kami tidak pernah tahu seberapa banyak kekayaan yang tuan miliki”

Mendapatkan jawaban itu si Dermawan terdiam dan mencerna setiap kata yang didengarnya lalu dirinya tiba-tiba menarik nafas dalam-dalam, memandang jauh kedepan sehingga yang bertanyapun semakin penasaran.

”Dulu aku juga pernah menjadi orang kaya, aku selalu bercerita kepada semua orang yang aku temui tentang apa yang aku miliki. Bahkan tidak jarang aku melebih-lebihkan. dan setelah bercerita aku begitu bangga” Lanjut penduduk miskin yang belum mendapatkan penjelasan, dirinya mempertegas bahwa dengan bercerita tentang kekayaan yang kita punya akan membuat bangga. Makanya aku heran mengapa Tuan tidak melakukan hal yang sama seperti dirinya dulu atau seperti orang kaya yang ada sekarang.

”Ayolah Tuan bercerita sekali ini saja dan aku berjanji aku tidak akan membocorkan
berapa banyak harta yang tuan miliki” kali ini dia ganti strategi merayu dan berharap
Orang kaya yang ada didepannya mau membocorkan rahasia kekayaannya.

”Maaf Tuan, Aku tidak punya apa-apa yang bisa diceritakan,dan kalaupun ada aku malu
Memberi tahu kepada tuan, sebab apa yang aku miliki hanya sebutir debu dibandingkan
Yang Maha Kaya aku harap tuan memaklumi” Si dermawan pun akhirnya memberikan
Jawaban, saat itu pula penduduk miskin itu tersadar, mengapa selama ini si Dermawan
tidak pernah menggembor-gemborkan harta kekayaanya .

”Ternyata Tuan tidak hanya kaya, tetapi juga bijak” Puji penduduk miskin tersebut yang
diwajahnya tergambar ada semacam penyesalan dalam dirinya kemudian dirinya
melanjutkan ucapannya. ”Andaikan waktu itu bisa diputar kembali aku pun ingin seperti Tuan” . ”Tuan terlalu berlebihan, Percayalah Tuan. ” KITA PUNYA BATANG EMAS, ORANG LAIN PASTI PUNYA TIMBANGANNYA”

Sahabat,

Kita memang sering mendapatkan orang-orang yang selalu membangga-banggakan apa yang dia miliki, seorang Ibu yang memuji-muji anaknya didepan orang lain, seorang Motivator atau Trainer yang bercerita tentang kepintarannya dan kedahsyatan Ilmunya agar didengar Audien, juga para orang kaya yang merasa dirinya paling hebat, namun tanpa disadari bahwa dari apa yang mereka ucapkan akan melahirkan ribuan Generasi ’tanggung’ yang mencontoh kebesaran dirinya, mengagungkan dirinya dan lupa akan kemampuan diri sendiri.

Banyak pula orang yang melebih-lebihkan dari apa yang dimiliki, mereka tidak
mau terlihat biasa, mereka gengsi mengakui keberadaan yang sesungguhnya, sehingga
mereka beranggapan dengan seperti itu mereka bisa menutupi yang sebenarnya.
tanpa mereka sadari mereka pun menjadi bagian dari orang yang ” Tong kosong nyaring
bunyinya”. Begitu omongan mereka tidak terbukti dan diketahui orang lain maka
mereka pun mendapatkan masalah baru yaitu harus menanggung malu.

Sejatinya hidup kita tidak perlu membangga-banggakan dengan apa yang kita
punya. Seperti pepatah ”DIATAS LANGIT MASIH ADA LANGIT”.Takkan ada gunanya kita pamer kepada orang lain. Apa yang kita miliki entah itu ilmu, keluarga maupun harta biarkan orang lain yang menilainya dan roda kehidupanpun terus berputar.

Percayalah kita tidak akan kehilangan kehormatan dan kita juga tidak pernah
takut bahwa orang tidak mengenal siapa kita sesengguhnya. Orang jauh lebih jeli yang ada pada diri kita dan siapa kita sesungguhnya. Banyak orang mendapatkan malu akibat ulahnya sendiri, banyak juga yang hidup tidak tenang akibat perkataannya, merekalah yang selalu bersaha menutupi kenyataan yang ada. Dengan demikian bukankah akan menambah masalah baru dalam hidup ini?

Sahabat, bandingkan ember yang terisi air hanya setengah dengan ember yang terisi penuh, saat terjadi benturan pasti goncangan pada air yang terisi setengah itu lebih hebat. Hal ini menggambarkan bahwa apa yang sering kita dengar dari orang yang
hanya memiliki kemampuan setengah-setengah jauh lebih dahsyat, sedangkan orang
yang mampu akan menjadi seperti padi ” Semakin berisi semakin merunduk”.

Sekali lagi kita tidak perlu menilai diri sendiri, biarkan orang lain yang menilai
Karena sesungguhnya merekalah yang lebih paham baik buruknya kita. Dan Allah SWT Maha Tahu apa yang kita sembunyikan dan apa yang kita pamerkan.

” Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong.” (An-Nahl :23 )

” Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? ”. ( Al-Baqoroh :77 ) http://www.rumah-yatim-indonesia.org/


JANGAN PERNAH MALU MEMILIKI YANG SEDIKIT, ASAL KITA MAMPU MEMBERI WALAU SEDIKIT, karena Yang PUNYA BANYAK belum tentu mampu memberi walau sedikit,

ABADIKAN yang TERSISA dengan SEDEKAH Bersama Rumah Yatim Indonesia.

Rekening Rumah Yatim Indonesia
• Bank BCA :
o 230.38888 96 atas nama Yayasan BANTU (Recomended)
o 230.0300 807 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

• Bank MANDIRI :
o 156.0003296409 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

• Bank MUAMALAT :
o 305.00116.15 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

• SYARIAH MANDIRI :
o 0520344441 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

• Bank BNI :
o 0244928496 atas nama Rumah Yatim Indonesia

• Bank BRI :
o 010001055225502 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

• Bank Jabar Banten
o 0017778552100 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bagi ANDA YANG INGIN konfirmasi silahkan SMS ke 081313999801 atau 087885554556 (Ust.Aly)

Selasa, 10 April 2012

PUTUS ASA ? JANGAN ! (RYI 15)

Di sebuah pasar seorang ibu-ibu sedang mengobrol tentang nama anak-anaknya.
Ibu 1 : Nama anak saya indah dan islami sekali lohh bu, Nurul Jannah artinya cahaya surga
Ibu 2 : Anak aku juga islami kok..
Ibu 1 : TONI..??? itu mahh kebarat-baratan atuhh ibu…
Ibu 2 : Ehh, jangan salah, toni itu hanya panggilan saja, nama lengkapnya adalah A’uzubillahiminassayiTONIrojimm..
Ibu 1 : Wooo… Dasar woonggg edan!!
He he he…….sekedar intermezoooo…..

Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yg saya lakukan selalu sial. Saya ingin mati.”
Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit.”

“Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu disebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.”

“Tidak Guru… Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” Tolak pria itu
“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”
“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”

“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah diminum malam ini, setengah lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”
Giliran dia menjadi bingung. Setiap Guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun tersebut. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati… terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran masakan Jepang. Sesuatu yg sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yg terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku ya mas.”

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?”
Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini ayah selalu stres karena perilaku kami semua.”

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?
” Ya Allah, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematianku ya Allah. Aku takut sekali jika aku hrs meninggalkan dunia ini ”.

Ia pun buru-buru mendatangi sang Guru yang telah memberi racun kepadanya. Sesampainya dirumah Guru tersebut, pria itu mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Karen ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia menjadi hidup kembali.

Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang Guru berkata “Buang saja botol itu. isinya air biasa. Kau sudah sembuh !

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Ah, indahnya dunia ini…

Sahabat, Apabila kita hidup dalam kekinian, apabila kita hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kita akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan ego kita, keangkuhan kita, kesombongan kita. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kita tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kita akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.

“Hiduplah seolah-olah kita akan mati esok, Belajarlah seolah-olah kita akan hidup selamanya”.

Buat yang masih suka menunda-nunda, apalah jadinya kalau besok kita meninggal?

KEMATIAN PASTI AKAN TIBA menjemput setiap kita, Gak usah dicari dan Gak usah diminta, karena tidak ada satupun ujian hidup di Dunia ini yang melebihi kemampuan kita.Mari kita siapkan bekal yang terbaik untuk hidup di ALAM dengan DIMENSI YANG LEBIH TINGGI dan KEBAHAGIAAN YANG KEKAL dan HAKIKI.

” TIAP-TIAP YANG BERJIWA AKAN MERASAKAN MATI. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. KEHIDUPAN DUNIA ITU TIDAK LAIN HANYALAH KESENANGAN YANG MENIPU “ (Ali Imron :185). http://www.rumah-yatim-indonesia.org/

RASAKAN KEBAHAGIAN KETIKA KITA MEMBERI DENGAN TULUS
Rekening Rumah Yatim Indonesia
• Bank BCA :
o 230.38888 96 atas nama Yayasan BANTU (Recomended)
o 230.0300 807 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

• Bank MANDIRI :
o 156.0003296409 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

• Bank MUAMALAT :
o 305.00116.15 atas nama Yayasan Husnul Khotimah

• SYARIAH MANDIRI :
o 0520344441 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

• Bank BNI :
o 0244928496 atas nama Rumah Yatim Indonesia

• Bank BRI :
o 010001055225502 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

• Bank Jabar Banten
o 0017778552100 atas nama Yayasan Rumah Yatim Indonesia

Bagi ANDA YANG INGIN konfirmasi silahkan SMS ke 081313999801 atau 087885554556 (Ust.Aly)

Rabu, 04 April 2012

Subhanallah, Inilah Mukjizat Alquran tentang Pemisahan Langit dan Bumi

Subhanallah, Inilah Mukjizat Alquran tentang Pemisahan Langit dan Bumi
Ledakan kemungkinan terjadi 520 juta tahun setelah Big Bang
Inilah videonya:

REPUBLIKA.CO.ID, ''Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?" (QS Al-Anbiya [21]:30)

Menurut Harun Yahya, kata "ratq" yang diterjemahkan sebagai "suatu yang padu" digunakan untuk merujuk pada dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan "Kami pisahkan antara keduanya" adalah terjemahan kata Arab "fataqa", dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari "ratq". Perkecambahan biji dan munculnya tunas dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.

Peristiwa Big Bang, kata Harun Yahya, mengungkapkan bahwa Allah telah menciptakan jagat raya dari ketiadaan. Big Bang adalah teori yang telah dibuktikan secara ilmiah. Meskipun sejumlah ilmuwan berusaha mengemukakan sejumlah teori tandingan guna menentangnya, namun bukti-bukti ilmiah malah menjadikan teori Big Bang diterima secara penuh oleh masyarakat ilmiah.

Menurut Wikipedia, ledakan dahsyat atau dentuman besar (Big Bang) merupakan sebuah peristiwa yang menyebabkan pembentukan alam semesta berdasarkan kajian kosmologi mengenai bentuk awal dan perkembangan alam semesta.

Berdasarkan pemodelan ledakan ini, alam semesta, awalnya dalam keadaan sangat panas dan padat, mengembang secara terus menerus hingga hari ini. Berdasarkan pengukuran terbaik tahun 2009, keadaan awal alam semesta bermula sekitar 13,7 miliar tahun lalu, yang kemudian selalu menjadi rujukan sebagai waktu terjadinya Big Bang tersebut. Teori ini telah memberikan penjelasan paling komprehensif dan akurat yang didukung oleh metode ilmiah beserta pengamatan.

''Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini,'' ungkap Harun Yahya.  Dalam ayat tersebut, kata dia, langit dan bumi adalah subyek dari kata sifat "fatq". Keduanya lalu terpisah ("fataqa") satu sama lain. Menariknya, ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal berisi seluruh materi di alam semesta.

Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk "langit dan bumi" yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada keadaan "ratq" ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi yang dikandungnya untuk "fataqa" (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.

Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, papar Harun Yahya, akan kita pahami bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20. Maha Benar Allah SWT dengan Segala FirmanNya.


Redaktur: Heri Ruslan
Sumber: harunyahya/youtube/wikipedia;
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/12/04/03/m1wnnm-subhanallah-inilah-mukjizat-alquran-tentang-pemisahan-langit-dan-bumi

Selasa, 03 April 2012

Do'a hari ini dan seterusnya.. (from: Mukjizat Sholat Dan Do'a/FB)

Sahabatku, aminkan do'a ini agar Alloh melimpahkan kita rizki yg berkah, rizki yg mengantarkan menuju surgaNya. "Ya Alloh, berikanlah kami rizki yg luas, yg halal lagi baik, tanpa memberatkan kami. jika rizki kami ada dilangit maka turunkanlah. Jika ada dibumi maka keluarkanlah. Jika jauh maka dekatkanlah. Jika dekat maka mudahkanlah. Jika sedikit maka banyakanlah. Jika banyak maka berkahilah agar kami dapat menolong anak yatim, orang2 miskin & orang2 yg kesusahan. Ya Alloh, Kabulkanlah do'a kami."
Agar mendapatkan rizki yg tak pernah putus, "Allahuma inni as-alukan na'iimal muqiimalladzii la yahuulu wa laa yazuul, Allahumma innii yaumal khauf." Ya Allah, aku memohon kpdMu nikmat yg kekal, yg tdk berpindah & hilang. Ya Allah, aku memohon kpdMu keamanan pd hari ketakutan."
Agar kita mendapatkan rizki yg tak terduga & berkah, "Allahuma ashlih lii diini wa wassi'lii fi daarii wa baarikli fii rizqi" "Ya Allah, perbaikilah agamaku yg menjadi pokok urusanku, lapangkan untukku dalam rumahku dan berkahilah dalam rizkiku."
Memohon kelapangan rezeki, “Allaahummaj’al ausa’a rizqika ‘alayya ‘inda kibari sinnii wanqithoo’i umrii” Ya Allah berikanlah rezekiku yang paling luas ketika usiaku sudah tua dan ketika umurku terputus."
Do'a  agar menjalani hidup lebih optimis. "Ya Allah! Limpahkan rahmatMu unt menjalani hidup ini lebih optimis & penyerahan diri kpd kehendakMu bukan hidup dlm penyesalan masa lalu atau kecemasan masa depan. Ya Allah! Limpahkan kasih sayangMu dihati kami sehingga kami memancarkan kesejukan dlm keluarga kami & sesama."
Do'a agar kita mendapatkan rizki yg tak terduga & berkah, "Allahuma ashlih lii diini wa wassi'lii fi daarii wa baarikli fii rizqi" "Ya Allah, perbaikilah agamaku yg menjadi pokok urusanku, lapangkan untukku dalam rumahku dan berkahilah dalam rizkiku."
Do'a memohon rezeki yang halal dan diberkahi, “Allahummar zuqnii maa yakfiinii wamna’annii maa yuthghiinii” Ya Allah berikanlah aku rezeki yang cukup dan baik,cegahlah diriku dari rezeki yang mencelakakan aku.”
Do'a agar terbebas dari kemiskinan & kehinaan. "Allahumma inni a’udzubika minal-faqri wal-qillati wadz-dzillati wa a’udzubika min an azhlima aw uzhlama, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekurangan dan kehinaan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari mendhalimi dan di dhalimi orang lain.” (H.R. Abu Dawud, Nasa’i)
Do'a agar diberi kemudahan menjemput rizki, "Allahuma yassir wa laa tu'assir" Ya Allah, mudahkanlah jangan dipersulit."
Do'a untuk kedua orang kita. "Ya Allah, ampunilah dosa kami & dosa kedua orang tua kami. masih terbayang air mata ibu yang mengalir & rintihannya disetiap malam ketika berdoa memohon kepadaMu untuk kebahagiaan kami, anaknya. Sayangilah Ibu & ayah kami sebagaimana beliau meyayangi kami sewaktu kecil. Ya Allah, Muliakanlah mereka, tiada pernah kami sanggup menggantikan setiap tetes air mata ibu & keringat ayah."
Do'a agar kita mendapatkan rizki berlimpah & berkah berguna untuk ibadah kpd Allah & menolong sesama, "Ya Allah, cukupkanlah kami dg kekayaan berlimpah & berkah yg berguna bagi kami untuk beribadah kepadaMu & menolong sesama. Ya Allah, sempurnakan akhlak kami menjadi akhlak yg mulia, menghormati orang tua, mengasihi sesama, santun dalam bertutur kata & berperilaku."
Do'a agar permohonan kita dikabulkan oleh Allah. “Allaahumma innii a’udzubika min ‘ilmin laa yanfa’u wa qolbin laa yakhsya’u du’aain laa yusma’u wanafsin laa tasyba’u” Ya Allah, aku berlindung kepada Engkau dari ilmu yang tak berguna,dari hati yang tak pernah tenang, dari do’a yang tak didengar , dan dari nafsu yang tak pernah kenyang.”


Do'a kita diberi kekuatan & keikhlasan menerima ketetapan Allah. "Ya Allah, Engkaulah Sumber Kebahagiaan kami. Tolonglah kami, kuatkan kami dg cintaMu, menjadi sadar akan cinta kami, kehilangan kami, kedukaan kami, mengatasi perasaan marah, kecewa, luka perih dihati, agar kami rela menerima ketetapanMu yg membentuk pribadi kami menjadi lebih kuat & sabar dlm menjalani kehidupan ini."

                        آمِيّنْ.. آمِيّنْ.. يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن..آللّهُمَ آمِيـّن